Tips Kak Geby dalam Memotivasi Adik-Adik untuk Menggambar

Penulis: Cynthia Fayola

Halo #MahasiswaSosial!

Tidak terasa sudah memasuki bulan September nih! Pada minggu kedua bulan September, tepatnya tanggal 8 September 2018, Social Designee mengadakan aktivitas yang tidak kalah seru dengan kunjungan-kunjangan sebelumnya.

Di Desa Bojong Gintung, kegiatan dibuka dengan sebuah permainan yang cukup melelahkan tetapi juga menyenangkan. Permainan ini bernama “Bermain dalam Lingkaran” tetapi dengan versi terbaru yang membutuhkan banyak tenaga untuk memainkannya. Wah, seperti apakah versi terbaru ini?

Adik-adik dan para relawan berjalan di dalam lingkaran sambil menyanyikan lagu anak-anak. Namun, tidak semudah ini permainannya! Selama bernyanyi dan berjalan, kami harus berjongkok jika Kak Shavira menyerukan kata “jongkok” serta harus kembali berdiri ketika Kak Shavira menyerukan kata “berdiri.” Adik-adik Bojong Gintung terlihat lelah setelah permainan selesai, tetapi kelelahan ini menumbuhkan semangat untuk melakukan kegiatan selanjutnya!

(Dokumentasi oleh Eben Haezar)

Sesi kedua dilanjuti dengan membuat karya dari tutup botol bekas. Pada sesi ini, terjadi sebuah percakapan kecil antara Kek Eben, salah satu relawa, dengan Risda, salah satu adik Desa Bojong Gintung. Percakapan kecil ini membuat Kak Eben mendapatkan sukacita.

“Kamu suka warna apa?” tanya Kak Eben.

“Biru,” jawab Risda.

“Kenapa?” tanya Kak Eben kembali.

“Karena langit warnanya biru,” jelas Risda.

“Wah berarti setiap hari kamu bahagia ya? Bersyukur bisa lihat langit terus…” senyum Kak Eben dan senyumannya pun dibalas oleh Risda.

(Dokumentasi oleh Reynald Ryanto)

Di sisi lain, Kak Geby, salah satu relawan juga, sedang membina adik-adik dalam membuat karya. Pada sesi ini, Kak Geby menyadari bahwa adik-adik Bojong Gintung memiliki rasa kepercayaan diri yang rendah. Kak Geby sedih melihat mereka yang selalu menganggap karya yang mereka buat itu buruk.

Setelah mendengar keluh kesah mereka, Kak Geby terinsipirasi untuk menghibur dengan cara menggambar pemandangan gunung; sebuah tradisi gambar yang selalu dilakukan di usia anak-anak. Kak Geby ingin mengajari adik-adik bahwa “gambar sederhana” tersebut merupakan hal yang semua orang pernah lewati saat menggambar, sehingga wajar dilakukan oleh anak-anak dan tidak perlu merasa malu. Akhirnya, kata-kata inspirasi Kak Geby membuat mereka melanjuti menggambar dengan percaya diri.

Wah, banyak terjadi percakapan yang menarik nih di antara relawan dan adik-adik Bojong Gintung! Semoga di kunjungan berikutnya terjadi percakapan yang lebih menarik lagi. Sampai jumpa pada kunjungan berikutnya!

Salam,
#MahasiswaSosial

Gimana komentar kamu?