Surat Untuk Teman-Teman di Palu

Penulis: Gerienta Putu
Editor: Cynthia Fayola

Halo, #MahasiswaSosial !

Hujan yang sebelumnya lebat berubah menjadi rintik-rintik kecil dan mengiringi kedatangan kakak-kakak relawan ke Desa Pakulonan Barat 03. Di hari Sabtu tanggal 24 November itu, kami mengajak adik-adik untuk bermain dan belajar ketika menyusuri desa. Setelah kami memutuskan untuk kembali ke area kegiatan, seorang adik menghampiri kami dengan setengah berlari.

“Kak, tadi aku lagi tidur, terus dibangunin Umi. Katanya ada yang ngajak gambar, aku langsung bangun Kak,” ujarnya.

Kami sungguh terharu mendengarnya. Ternyata, bukan hanya kami yang semangat untuk mengikuti kegiatan ini, tetapi juga adik-adik Desa Pakulonan Barat 03.

(Dokumentasi oleh Filbert Agrata Setiawan)

Permainan untuk hari itu adalah Papan Kepala. Cara bermainnya adalah kakak-kakak relawan dan adik-adik dibagi menjadi dua tim. Setiap tim menugaskan satu anggotanya untuk menjadi penebak. Anggota tim lainnya harus membantu penebak dengan cara memperagakan objek yang tertulis di kertas yang penebak pegang di atas kepalanya.

“Gak ngerti kak,” ucap salah satu adik ketika MC Games selesai menjelaskan permainan.

Sontak kami dan adik-adik lainnya tertawa mendengarnya. Kami pun melakukan percobaan permainan terlebih dahulu agar adik-adik mengerti. Setelah itu, pertarungan sengit pun dimulai! Gelak tawa tidak henti-hentinya terdengar saat setiap tim kebingungan dalam memeragakan kata yang harus ditebak.

(Dokumentasi oleh Filbert Agrata Setiawan)

Kegiatan dilanjutkan dengan menggambar. Tema kali ini adalah “Pahlawan untuk Teman.” MC Materi menjelaskan bahwa adik-adik akan membuat surat yang nantinya dikirimkan kepada teman-teman korban bencana alam di Palu dan Donggala. Mendengar hal tersebut, tatapan adik-adik mulai berbinar. Pandangan mereka melekat pada kertasnya masing-masing sambil sesekali menanyakan tentang kondisi Palu dan Donggala kepada kakak-kakak relawan. Mereka juga bertanya cara untuk membantu meringankan beban teman-teman di Palu dan Donggala.

Kakak-kakak relawan menjawabnya dengan berkata bahwa kata-kata penyemangat di dalam surat yang sedang mereka buat dapat membantu teman-teman di Palu dan Donggala. Sembari membuat surat, tidak henti-hentinya adik-adik bergumam untuk mengungkapkan keprihatinan mereka.

Tak terasa kegiatan kami pun berakhir. Kunjungan kali ini adalah kunjungan terakhir bagi kakak-kakak relawan di Bulan November. Adik-adik mengucapkan terima kasih dan berkata bahwa mereka menantikan kedatangan kami selanjutnya. Sekian artikel dari kami, sampai jumpa!

Salam,
#MahasiswaSosial

Gimana komentar kamu?