Storytelling Dongeng “Batu Menangis”

Penulis: Cynthia Fayola

Halo #MahasiswaSosial!

Artikel kali ini akan membahas kunjungan kami ke Desa Dukuh Pinang! 😄 Pada tanggal 11 November, kami membawakan materi yang seru loh di Desa Dukuh Pinang. Yuk kita simak bersama! 😊

‘Angin berhembus ke baju berwarna merah!’

Ayooo, ada yang tau games ini? 😄  Saat kunjungan Sabtu kemarin, kami bersama adik-adik Desa Dukuh Pinang bermain games “Angin Berhembus.” Kami harus menghampiri objek yang terkena hembusan angin dengan cepat!

Setelah main games kami membawakan storytelling nih! Kisah yang kami bawakan adalah dongeng rakyat dari Kalimantan Selatan berjudul “Batu Menangis.” Pasti kalian sudah pernah dengar cerita ini saat masih sekolah! 😄

Dongeng ini menceritakan seorang anak perempuan yang tidak mau mengakui Ibunya dan tidak pernah bersyukur akan kehidupan yang ia miliki, sehingga sang Ibu mengucapkan suatu doa yang mengakibatkan anaknya menjadi batu. Akhirnya batu itu terus menangis karena menyesal akan perbuatannya. Wah, jangan dicontoh ya #MahasiswaSosial! 😥 Kita harus selalu sayang dan hormat kepada orangtua kita ya!

Nah, prakarya yang dibuat pada kunjungan ini berhubungan dengan dongeng “Batu Menangis” loh! Adik-adik Desa Dukuh Pinang mewarnai karakter-karakter dari dongeng “Batu Menangis” yang kemudian dipasang stik es krim untuk menjadi wayang! 😁

Lucu-lucu kan wayang yang dibuat oleh adik-adik Desa Dukuh Pinang?

Sekian kegiatan kami di Desa Dukuh Pinang, sampai jumpa! 😄

Salam,
#MahasiswaSosial

Gimana komentar kamu?