Netizen? Be Smart!

(Dokumentasi oleh Soka Gakkai Indonesia)

Halo, #MahasiswaSosial !

Zaman sekarang, rasanya sulit bila kita diharuskan hidup tanpa smartphone. Seluruh fitur yang ada di ponsel ini membantu kita untuk berkomunikasi, mencari transportasi, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti memesan makanan.

Namun, kalau phone-nya sudah smart, orangnya juga harus pintar dong! Bagaimana, apakah Kakak sudah menggunakan ponsel kakak dengan bijak? Pada hari Minggu, 28 Juli 2019, Social Designee bekerja sama dengan teman-teman dari Soka Gakkai Indonesia. Di Youth Focus Dialogue for Peace (YFDP) ke-4 ini, tema yang diangkat yaitu “Smart Netizen”.

Data Netizen Indonesia

Seberapa kenalnya kamu terhadap netizen Indonesia? Menurut hasil survey APJI tahun 2017, lebih dari setengah penduduk Indonesia (54,68%) telah terhubung ke internet dan sebagian besar di pulau Jawa. Sedangkan berdasarkan usianya, pengguna internet terbanyak berumur 19 hingga 34 tahun atau sebesar 49,52%. Coba kamu bayangkan. Kalau konten yang disebarkan di internet lebih banyak yang negatif, seberapa cepat dan masif kita terserang konten hoaks atau meresahkan?

3 Skill Penting untuk Menjadi Smart Netizen

Pasti teman-teman sering banget menemukan konten-konten yang meresahkan ini di media sosial maupun grup keluarga. Nah, Kak Ryan Sucipto dari Social Designee membagikan 3 tips agar kita bisa memanfaatkan media sosial dengan bijak. 

  1. Kritis

Selalu cermati informasi yang kita dapatkan sebelum kita teruskan ke orang lain lagi. Perhatikan sumber dan fakta yang tertera di dalamnya. Apabila kurang familiar dengan topiknya, kita bisa memanfaatkan mesin pencarian seperti Google dan situs StopHoax dari Kominfo. Setelah mendapatkan berita sebenarnya, kabarkan kembali ke si penyampai informasi agar ia ikut paham dan berhenti menyebarkan hoaks..

  1. Berempati

Selalu berpikir kembali sebelum memberikan komentar. Apakah hal yang ingin kita sampaikan sudah tepat dan solutif? Pikirkan kembali dampaknya. Apakah orang yang dituju dapat terusik dengan perkataan kita? 

  1. Kreatif

Dibanding suka ngejulid di media sosial, Kak Ryan mengajak kita untuk menjadi kreatif di media sosial. Konten negatif akan selalu ada dan sulit dihilangkan. Namun apabila kita berhenti menyebarkan yang negatif dan menggantinya dengan konten positif, suara dari konten positif ini lama kelamaan akan mengalahkan konten negatif. Kak Ryan mengambil contoh akun instagram @socialdesignee yang suka menyelipkan games dan tips agar kita bisa lebih toleran serta menjaga lingkungan. Keren banget, ya!

Let’s Be a Smart Netizen!

Kritis, berempati, dan kreatif. Gimana, mudah banget kan mengingat 3 tips di atas? Yuk, mulai sekarang kita meminimalkan penyebaran konten negatif dan mulai menjadi pribadi yang kreatif dan positif. Apabila konten ini bermanfaat, bantu sebarkan ke #MahasiswaSosial lainnya, ya! 

Sampai jumpa di artikel berikutnya! Salam, #MahasiswaSosial!

Penulis : Jennifer Handali
Editor : Gabriela Natasya

Gimana komentar kamu?