Menyimpan Kenangan Baru dalam Map Karya Sendiri!

Penulis: Isabela

Editor: Cynthia Fayola

Halo, #MahasiswaSosial!

Kami telah memasuki bulan Mei nih! Pada tanggal 5 Mei 2018, kami melakukan kegiatan kembali. Pada artikel ini, kami akan menceritakan kunjungan kami  ke Desa Medang! Tetapi, Desa Medang kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Lokasinya berbeda tetapi masih termasuk daerah Medang. Mungkin kita beri nama Desa Medang 2 saja ya? Atau kalian #MahasiswaSosial memiliki ide untuk memberi nama apa? Tulis di kolom komentar ya! 😄

Karena desa yang kami kunjungi baru, pastinya adik-adik yang hadir juga baru pertama kali berpartisipasi dalam kegiatan Social Designee. Keseruan apa saja yang akan mereka temukan? Yuk, mari kita simak!

Hari itu cerah dan kami sampai di Desa Medang 2, tepatnya di Posyandu Aster. Adik-adik mulai menampakkan diri satu persatu dan Posyandu pun menjadi ramai. Kegiatan dibuka dengan perkenalan diri oleh kakak-kakak Social Designee dan relawan. Semua adik-adik Desa Medang 2 tampak antusias menghafal nama kakak-kakak.

(Dokumentasi oleh Alby There)

Setelah itu, Kak Shavira mengajak adik-adik untuk bermain. Semua anak diimbau untuk membentuk lingkaran. Kemudian, Kak Shavira mulai bercerita. Saat bercerita, Kak Shavira akan menyebut sebuah warna. Pemainannya adalah adik-adik harus memegang sebuah objek dengan warna yang telah disebutkan Kak Shavira.

“Suatu hari di langit yang biru,’ ucap Kak Shavira.

Adik-adik pun berlari dan mencari objek berwarna biru. Banyak dari mereka mengerumuni salah satu adik Desa Medang 2 yang memakai hijab berwarna biru. Permainan berjalan dengan antusias dan semua adik-adik Desa Medang 2 tampak menikmatinya! 😃

Kemudian, Kak Shavira mengeluarkan kertas buffalo berwarna biru dan merah untuk membuat map. Map berfungsi sebagai wadah penyimpan karya-karya. Kak Shavira mulai menjelaskan langkah-langkah pembuatan map. Setelah itu, adik-adik mengikuti langkah-langkah tersebut sambil dibina oleh kakak-kakak Social Designee dan relawan.

(Dokumentasi oleh Alby There)

Pada buffalo berwarna biru, adik-adik menggambar berbagai macam objek. Ada yang menggambar bunga, mobil, sawah, pohon, dan lain-lain. Selesai menggambar, mereka mewarnai gambar mereka. Aktivitas berjalan dengan tenang dan lancar. Kakak-kakak pembina pun aktif mengajak adik-adik untuk berinteraksi! 😉

Ketika sudah puas dengan hasil gambar, adik-adik menempelkan buffalo berwarna biru dengan yang buffalo berwarna merah. Buffolo biru diletakkan di belakang sedangkan buffalo merah diletakkan di depan. Sebuah map pun terbentuk!

Adik-adik kembali berkumpul membentuk lingkaran karena sesi presentasi akan dimulai. Seorang adik bernama Tika mempresentasikan karyanya. Pada mapnya terdapat gambar bunga dalam pot yang dikelilingi pohon kecil dan di udara terlihat kupu-kupu serta awan.

“Kenapa ada pohon kecil?’ tanya salah satu relawan.

“Buat nemenin bunganya biar nggak kesepian,” jawab Tika dengan lugu. 😆

Salah satu adik Desa Medang 2 yang bernama Cindy juga turut menceritakan hasil karyanya. Hampir mirip dengan karya Tika, Cindy menggambar bunga besar di dalam pot dan dikelilingi oleh empat kupu-kupu. Sepertinya banyak adik-adik Desa Medang 2 yang menyukai bunga ya!

Rangkaian acara Social Designee di Desa Medang 2 hari itu ditutup oleh yel-yel “Tepuk Semangat.” Adik-adik pulang dengan wajah ceria dan berjanji untuk kembali mengikuti kegiatan pada hari Sabtu depan!

Sekian dan nantikan beragam keseruan lainnya di artikel berikutnya!

Salam,
#MahasiswaSosial.

Gimana komentar kamu?

Leave a Comment

Your email address will not be published.