Mendaur Ulang Sampah Menjadi Karya yang Eye-Catching!

Penulis: Cynthia Fayola

Halo #MahasiswaSosial!

Kita bertemu lagi pada artikel Social Designee yang kelima di bulan Agustus! Kami akan menceritakan kegitan kami di salah satu desa yang sudah 2 tahun dibina, yaitu Desa Medang 04. Mari kita baca kemeriahan Desa Medang 04 pada tanggal 25 Agustus 2018!

Hanya dengan jumlah 4 relawan dan 1 anggota Social Designee, tidak mematahkan semangat kami untuk mengajar adik-adik Desa Medang 04. Sesampainya di desa, adik-adik pun mempertanyakan jumlah kami yang sedikit.

“Kok dikit kak yang datang?” tanya Alika.

Ga apa-apa, pasti tetap seru deh!” jawab Kak Arum, salah satu relawan kami.

(Dokumentasi oleh Anisa Shafiyya Harnantyari)

Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah bermain “Gunting-Batu-Kertas” secara berkelompok. Setelah dibagi menjadi 2 kelompok, permainan pun dimulai! Selama setiap kelompok berdiskusi, ada beberapa adik yang curang. Mereka mengintip diskusi kelompok lawan supaya dapat mengetahui objek apa yang akan mereka keluarkan. Ini perilaku yang tidak baik!

Maka dari itu, salah satu relawan bernama Kak Nesa menegur dan menasehati mereka untuk tidak melakukan kecurangan. Semoga dari permainan ini adik-adik Desa Medang 04 dapat mempelajari kesportifan dalam bermain ya!

Selesai bermain, kami mencari dedaunan dan sampah yang tersebar di Desa Medang 04 untuk diambil dan dibentuk menjadi prakarya yang indah. Ada yang membuat kupu-kupu dari daun dan ada juga yang membuat mobil dari kaleng minuman. Adik-adik terlihat sangat antusias untuk melakukan eksperimen terhadap sampah agar dapat menciptakan sebuah karya yang eye-catching!

(Dokumentasi oleh Anisa Shafiyya Harnantyari)

Sampai disini saja cerita kami di Desa Medang 04! Sampai jumpa!

Salam,
#MahasiswaSosial

Gimana komentar kamu?