Cacingku ke Mana?

Penulis: Arya S. Aji
Editor: Cynthia Fayola

Halo #MahasiswaSosial!

Pada hari Sabtu tanggal 11 Agustus 2018, kami mengadakan kunjungan ke Kampung Bambu 3A. Yuk simak bersama!

Kami berkumpul sesuai kelompok desa. Kami saling mendekatkan diri satu sama lain di dalam kelompok. Tidak sedikit yang langsung bercanda-tawa. Wah, banyak wajah-wajah relawan baru pada kunjungan kedua ini! Setelah asyik berkenalan, tidak lama kemudian kami menuju angkot sesuai dengan desa kami, yaitu Kampung Bambu 3A!

“Ayo, kampung bambu 3A, kampung bambu 3A!” seru Kak Melisa sambil berlagak seperti kernet angkot.

Perjalanan menuju desa dimulai. Kami melanjutkan obrolan kami saat briefing di dalam angkot. Tetapi, Kak Cynthia menyadari sesuatu yang janggal. Kak Melisa pun juga menyadarinya.

“Ini bukan tempat kemarin, kayaknya…” ujar Kak Melisa.

Tidak lama kemudian setelah angkot kami berhenti sejenak, sebuah angkot datang ke arah angkot kami.

“Guys, angkot kita ketukar!” teriak salah satu relawan dari dalam angkot tersebut.

Kami semua pun tertawa sambil bertukar angkot. Kejadian lucu ini membuat kami menjadi lebih dekat dengan sesama relawan! Perjalanan pun tetap berlanjut dengan lancar sampai kami tiba di Kampung Bambu 3A!

(Dokumentasi oleh Arya S. Aji)

Di Kampung Bambu 3A, Kak Jansen bercerita tentang kisah “Cacingku ke Mana?” Kisah ini bercerita mengenai seorang anak, bernama Jaka, yang seiring berjalannya cerita mengetahui bahwa sampah-sampah yang dibuang sembarangan akan merusak ekosistem lingkungan. Cacing akan mati jika tanah penuh dengan sampah, dan jika cacing-cacing mati, maka anak ayam tidak memiliki makanan. Kisah ini merupakan sebuah cerita sederhana yang mampu menyampaikan pesan kepada adik-adik Kampung Bambu 3A untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Sesi cerita selesai, kegiatan adik-adik selanjutnya adalah mewarnai. Kami menemani adik-adik mewarnai dan tidak sedikit adik-adik yang berkonsultasi mengenai warna kepada masing-masing kakak pembina. Kami selalu mengingatkan kepada adik-adik bahwa tidak pernah ada yang salah dalam mewarnai. Ingat ya adik-adik, sesuatu yang berbeda atau tidak padu dengan lainnya bukan berarti jelek!

(Dokumentasi oleh Arya S. Aji)

Hari berakhir, kami berkemas untuk pulang. Terpal kembali dilipat dan kami masuk ke dalam angkot. Kami saling bercerita dengan sesama relawan, baik mengenai kegiatan tadi, maupun hal lainnya yang membuat kami semakin dekat.

Sampai jumpa pada artikel selanjutnya!

Salam,
#MahasiswaSosial!

 

Gimana komentar kamu?