Belajar Bersyukur Melalui Media Gambar Bersama Adik – adik Kampung Bambu

Halo, #MahasiswaSosial!

Di bulan Maret ini, tema yang Social Designee angkat adalah bersyukur. Bagaimana cara kita mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan kepada kita, dimulai dari hal kecil dari diri kita seperti memiliki organ tubuh yang lengkap sampai ke hal besar seperti kita bisa memiliki tempat tinggal yang layak, misalnya. Ternyata mengajarkan bersyukur kepada anak-anak juga bisa dengan cara yang fun dan tidak membosankan, loh!

Pada Sabtu (02/03), Social Designee bersama para relawan berkunjung ke Kampung Bambu 01. Ketika kami sudah sampai, disana sudah ada beberapa adik yang telah menunggu para relawan dengan antusias. Meskipun jumlah adik-adik yang hadir tidak sebanyak pada saat kunjungan minggu sebelumya, adik-adik dan relawan tetap bersemangat untuk bermain dan belajar.

(Dokumentasi oleh Paul Abadi Hariandja)

Kegiatan diawali dengan perkenalan adik-adik dan para relawan, setelah itu dilanjutkan dengan permainan, yakni estafet karet menggunakan sumpit. Pada permainan ini, adik-adik dbagi menjadi dua kelompok dan berbaris memanjang ke belakang. Tiap kelompok harus menyusun strategi bagaimana karet dari orang paling depan bisa sampai ke orang paling belakang tanpa terjatuh. Jika karet terjatuh sebelum sampai ke orang paling belakang, maka harus mengulang lagi dari orang paling depan. Permainan estafet ini tidak seperti biasanya loh! Karena sumpit yang digunakan untuk memindahkan karet harus diapit di ketiak.

Setelah bermain, maka kegiatan dilanjutkan dengan materi inti, yakni tentang bersyukur. Di sesi ini adik-adik diberikan kertas yang berisikan kotak-kotak kosong untuk diisi dengan gambar organ wajah pada setiap kolomnya. Namun, kali ini adik-adik menggambar dengan tangan non-dominan mereka! Karena semua adik-adik menggunakan tangan kanan sebagai tangan dominannya, maka mereka menggambar dengan menggunakan tangan kiri.

(Dokumentasi oleh Paul Abadi Hariandja)

Adik-adik pun mulai menggambar berbagai organ di wajah seperti mata, hidung, bibir, gigi, lidah, telinga, alis, dan bulu mata. Selama menggambar, adik-adik dipandu oleh kakak-kak relawan. Meskipun awalnya adik-adik merasa kesulitan, mereka tetap mau berusaha untuk menggambar sampai selesai. Hebat ya adik-adik Kampung Bambu 01! Menggambar menggunakan tangan non-dominan, adik-adik diajarkan untuk bersyukur atas pemberian yang telah Tuhan berikan.

Sampai jumpa di artikel berikutnya! Semoga kita semua selalu bisa bersyukur ya.

Penulis : Sarah Ratu Annisa
Editor : Gabriela Natasya

Gimana komentar kamu?