Ayo Rajin Baca Buku dengan Pembatas Buku Ajaib!

Penulis: Isabela

Editor: Cynthia Fayola

Halo #MahasiswaSosial!

Jumpa lagi di artikel Desa Medang 2! Sewaktu memijakkan kaki di posyandu Desa Medang 2, kami sudah dinanti oleh adik-adik. Rupanya, mereka berharap kami datang lebih cepat. Wah, terima kasih ya adik-adik sudah bersemangat untuk menunggu kedatangan kami!

Kami segera memulai rangkaian acara dengan mengumpulkan mereka ke dalam satu bentuk lingkaran besar.

“Halo!’ sapa kak Jason dengan ceria.

“Hai!’ balas adik-adik yang tidak kalah ceria dengan Kak Jason.

‘Apakah adik-adik mengetahui lagu anak-anak?’ tanya Kak Jason.

Mereka semua menjawab ‘iya!’ dengan lantang.  Mereka menyebut nama-nama lagu anak-anak yang mereka ketahui, seperti “Bintang Kecil,” “Anak Gembala,” “Pelangi,” dan “Balonku.” Ternyata, pada sesi ice breaking, kami akan menyanyikan lagu anak-anak berdasarkan judul lagu yang akan Kak Jason sebut saat ia bercerita.

(Dokumentasi oleh Permata Dwi Anggani)

Kak Jason mulai bercerita mengenai kisah petualangan Fitri yang hendak pergi ke toko Giant. Namun dalam perjalanan ada banyak hal yang Fitri temui. Kak Jason berkata bahwa Fitri menumakan balon, maka dari itu adik-adik langsung berjalan dalam lingkaran sembari menyanyikan lagu “Balonku.” Begitu juga saat Kak Jason menyebutkan kuda di ceritanya, adik-adik langsung menyanyikan lagu “Naik Delman.”

‘Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk…’
‘Tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda!’

Lagu yang dinyanyikan cukup banyak hingga adik-adik mulai kelelahan, tetapi permainan ini  juga membuat adik-adik menjadi segar kok!

Selesai bermain game, Kak Jason mengajak kami membuat pembatas buku yang bisa berubah warna! Wah, kira-kira bagaimana caranya membuatnya ya?

(Dokumentasi oleh Permata Dwi Anggani)

Kak Selma bertugas untuk mengajarkan tutorial pembuatan pembatas buku tersebut. Mula-mula, kami mewarnai kertas buffalo pertama dengan warna yang kami sukai. Kemudian, di kertas buffalo kedua, kami memberi lubang pada tengah-tengah buffalo dengan bentuk yang kita inginkan. Kak Selma menunjukkan contoh pembatas buku dengan lubang berbentuk hati. Adik-adik menatap contoh karya tersebut dengan raut berbinar.

Adik-adik dibagi menjadi kelompok yang beranggotakan 2-3 orang. Aktivitas berlangsung dengan kondusif dan semuanya tampak menikmati mengerjakan pembuatan pembatas buku. Sesudah menyelesaikan karya, kami berkumpul kembali dalam lingkaran besar karena sesi presentasi akan dimulai! Banyak adik-adik yang membuat lubang dengan bentuk hati, tetapi banyak juga adik-adik yang mau tampil beda dengan membuat bentuk bunga, beruang, dan sebagainya.

Rangkaian acara pun selesai, kemudian kakak-kakak Social Designee dan relawan berpamitan untuk pulang. Adik-adik pun juga pulang ke rumah masing-masing dengan hati yang riang karena mendapatkan pembatas buku dari hasil karya sendiri.

Sekian artikel pada minggu ini dan nantikan beragam keseruan lainnya di artikel minggu depan!

Salam,
#MahasiswaSosial.

Gimana komentar kamu?

Leave a Comment

Your email address will not be published.