Gabriela Natasya

Keceriaan Dalang Cilik Wayang Kampung Bambu 01!

Halo, #MahasiswaSosial !

Di Minggu ketiga bulan Februari, Social Designee berkunjung lagi ke Kampung Bambu 01. Seperti biasa, kegiatan diawali dengan melakukan perkenalan antar adik-adik dan para relawan kemudian dilanjutkan dengan cerita dongeng. Tidak seperti dongeng pada umumnya, di sesi kali ini para relawan mencoba menceritakan dongeng yang sama dengan dua versi yang berbeda, yakni kisah kelinci dan kura-kura. Dalam versi pertama, kura-kura tidak membangunkan kelinci yang tertidur dan berjalan hingga garis finish. Namun, di versi yang lain, kura-kura membangunkan kelinci kemudian mereka berdua mencapai garis finish bersama.

(Dokumentasi oleh Veliana Trisha)

Keseruan ini kemudian menjadi diskusi antar kelompok. Terjadi perdebatan perspektif antara dua versi dongeng kura-kura dan kelinci. Sesi ini berjalan seru dan berakhir dengan timbulnya pengertian pada adik-adik akan adanya perbedaan pendapat dan sudut pandang.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi membuat prakarya, yakni wayang-wayangan. Adik-adik dengan semangat membuat wayang-wayangan sesuai kreasi mereka sendiri. Ada yang membuat wayang yang bergambar rumah, pohon, hewan, dan ada pula yang menggambar dirinya sendiri. Beberapa anak yang kesulitan dalam menggambar hewan dibantu oleh para relawan yang cekatan.


(Dokumentasi oleh Veliana Trisha)

Pada akhir kegiatan, semua kelompok mempresentasikan hasil karya mereka dalam bentuk cerita. Tiap kelompok maju ke depan kemudian membuat drama dari masing-masing wayang yang mereka miliki. Semua drama dilakukan secara spontan dan ditampilkan adik-adik dengan sangat menarik! Ada beberapa adik yang berimprovisasi sesuai kreativitas mereka. Selain itu, muncul dialog-dialog yang lugu dan tidak terduga sehingga alur cerita menjadi semakin seru!

Sekian artikel mengenai kunjungan di Kampung Bambu 01. Sampai jumpa di artikel berikutnya!


Salam,
#MahasiswaSosial

Penulis : Marcellinus Kencana Kusuma Wicitra
Editor : Gabriela Natasya

Seru-seruan di Kampung Bambu 01

Halo #MahasiswaSosial !

Bulan Februari ini, Social Designee hadir kembali dengan kegiatan rutin bulanan yaitu kunjungan ke desa. Yuk simak keseruan kunjungan Social Designee bersama relawan di Kampung Bambu 01 pada tanggal 2 Februari 2019.

Pada saat sampai di Kampung Bambu 01, ternyata adik-adik sedang bermain bola di lapangan. Ketika melihat kami, adik-adik langsung menyambut dengan gembira. Kemudian mereka segera berlari ke rumah teman-temannya dan mengajak mereka untuk berkumpul.

Kegiatan dimulai dengan sesi memperkenalkan diri. Setelah berkenalan, kami mengingatkan adik-adik dengan tepuk serunya, yaitu tepuk semangat, tepuk diam, dan satu tepukan baru, tepuk hebat.

Setelah sesi perkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan permainan “Pintu Cermat” yang dipandu oleh Kak Shavira. Dalam permainan ini, adik-adik harus menjawab pertanyaan pilihan ganda dengan berlari menuju pintu dengan jawaban yang benar. Walaupun cuaca sangat panas, adik-adik tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan ini. Seusai keseruan ice breaking, adik-adik kembali ke balai untuk belajar membuat kreasi name tag.

(Dokumentasi oleh Veliana Trisha)

Adik-adik dibagi menjadi 6 kelompok yang masing-masing terdiri dari 3-4 orang. Kemudian, setiap anak diminta untuk membuat name tag yang berisikan gambar diri mereka, nama panggilan, dan keterangan lainnya seperti hobi, cita-cita, tanggal lahir, dan lain-lain. Adik-adik dibebaskan untuk menghias name tag mereka sesuai dengan kreativitas masing-masing. Ada yang mengguntingnya menyerupai rumah, kelinci, dan awan.

Name tag yang sudah jadi dikalungkan di leher adik-adik dengan menggunakan tali. Dengan memakai name tag yang sudah mereka buat, adik-adik pun diajak untuk memperkenalkan diri mereka di depan teman-temannya. Adik-adik yang awalnya malu, pada akhirnya berani untuk memperkenalkan diri mereka. Hebat sekali ya adik-adik Kampung Bambu 01!

(Dokumentasi oleh Veliana Trisha)

Pada akhir kegiatan, adik-adik dengan semangat mengajak kami untuk berfoto. Beberapa adik melanjutkan bermain sepak bola dengan mengenakan kartu nama mereka. Ketika hendak pulang, adik-adik meminta untuk diantar pulang bersama para relawan dengan angkot. Ketika angkot sampai di depan rumah adik-adik, mereka pun turun lalu melambaikan tangan pada kami.

Sekian artikel mengenai kunjungan di Kampung Bambu 03. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Salam,
#MahasiswaSosial

Penulis: Marcellinus Kencana Kusuma Wicitra
Editor: Gabriela Natasya