Apakah Kalian Sudah Mencoba Menjadi Pahlawan untuk Sekitar?

Penulis: Gerienta Putu
Editor: Cynthia Fayola

Halo #MahasiswaSosial !

Tanggal 10 November kemarin kakak-kakak relawan kembali mengunjungi Desa Pakulonan Barat 03. Begitu sampai di lokasi mengajar, kami disambut dengan heningnya hembusan angin dan suara kokok ayam. Wah, sepi sekali. Di mana kah adik-adik berada?

Kakak-kakak relawan mulai sedikit khawatir. Namun, pada akhirnya, kabar kedatangan kami tersebar dengan cepat! Tanpa perlu menunggu lama, datanglah adik-adik satu persatu dengan perlengkapan yang serupa, yaitu peralatan mewarnai dan ukiran senyum di wajah mereka.

Kami memulai kegiatan kami dengan ice breaking yang dipimpin oleh Kak Desi. Nama ice breaking yang kami mainkan adalah Lingkaran Angka. Kakak-kakak relawan harus saling berpegangan tangan agar membentuk sebuah lingkaran. Kemudian, adik-adik harus masuk ke dalam lingkaran tersebut. Tetapi, jumlah adik yang diperbolehkan untuk berada di dalam lingkaran harus sama dengan angka yang disebutkan dalam cerita Kak Desi.

“Terdapat enam kelinci di dalam kandang!” seru Kak Desi.

(Dokumentasi oleh Angelia Kristianto)

Adik-adik pun berebut masuk. Akhirnya, di dalam lingkaran terdapat sembilan orang yang berdiri berhimpitan. Ini berarti bahwa tiga orang harus keluar dari lingkaran. Namun, nampaknya tidak ada satu pun adik yang mau merelakan posisinya. Adik-adik saling menunjuk temannya agar segera keluar.

“Ada yang mau berbaik hati untuk mengalah?” tanya salah satu relawan.

Akhirnya, Rafa mengangkat telunjuknya sambil berjalan mundur keluar dari lingkaran. Melihat perilaku yang dilakukan Rafa, adik-adik yang lain menjadi tergerak untuk ikut mengalah. Hebat sekali ya! Ternyata sebuah kebaikan kecil dapat berdampak besar lho! Berkat Rafa, adik-adik yang lain pun dapat melanjutkan permainan dengan damai dan tetap riang gembira.

(Dokumentasi oleh Angelia Kristianto)

Kegiatan dilanjutkan dengan menggambar. Tema gambar kali ini adalah “Pahlawan di Sekitarku.” Adik-adik sibuk berkreasi di atas kertas yang telah kami bagikan. Tidak terkecuali untuk Dinar, salah satu adik Desa Pakulonan Barat 03.

“Ini Kak Laila. Kak Laila suka main sama aku,” ucap Dinar dengan suara kecil miliknya.

Pahlawan bagi Dinar adalah kakaknya yang bernama Laila. Berbeda dengan Dinar, Ina menggambar guru favorit miliknya sebagai pahlawannya. Ina berkata bahwa guru favoritnya membuatnya semangat belajar karena sering mengajak murid-muridnya bernyanyi di sela pelajaran.

Tanpa kita sadari, banyak sekali figur pahlawan di sekitar kita ya! Orang-orang terdekat yang telah berjasa dan juga menginspirasi kita dapat dipandang sebagai pahlawan kita. Apakah #MahasiswaSosial sudah mencoba menjadi pahlawan dengan menularkan kebaikan kepada orang-orang di sekitar kalian? Kalau belum, yuk kita mulai dari sekarang!

Salam,
#MahasiswaSosial

Gimana komentar kamu?