Alif yang Berani

Hai, #MahasiswaSosial!

Setiap kunjungan ke desa tentu selalu memiliki kesannya sendiri. Walaupun di tahun 2019 ini Social Designee bersama para relawan sudah rutin ke Rawa Buaya, setiap kunjungannya selalu berbeda dan tak terduga. Pada hari Sabtu, 23 Maret ini ada Alif dan teman-temannya yang ternyata sudah ikut berkumpul untuk menunggu kedatangan kakak-kakak relawan! Padahal minggu-minggu sebelumnya mereka masih malu-malu dan tidak mau ikut. Hanya memandangi kami yang sedang bermain dari jauh.

Seperti biasa, kakak-kakak relawan dan adik-adik saling berkenalan sebelum memulai kegiatan. Semua anak mendapatkan giliran. Sayang, saat tiba giliran Alif untuk memperkenalkan diri, ia malu-malu dan tidak mau bicara walaupun sudah disemangati dan dibujuk teman-temannya serta para kakak relawan. Kalau begitu, kakak tunggu Alif berani memperkenalkan diri di pertemuan selanjutnya ya!


(Dokumentasi oleh Gabrielle Darmawan)

Akhirnya kegiatan pun tetap dilanjutkan dengan bermain petak warna menggunakan kacamata yang dibuat oleh adik-adik di minggu kedua kemarin. Kak Mirelle dan Kak Regina membawakan sebuah cerita dan anak-anak harus menyentuh warna sesuai instruksi yang ada di cerita. Permainan semakin seru karena kacamata yang digunakan membuat permainan jadi sedikit lebih sulit daripada biasanya. Warna putih jadi terlihat biru dan warna lain juga jadi terlihat berbeda. Kegiatan hari ini ingin mengarahkan adik-adik desa untuk mensyukuri kemampuannya melihat warna ketika sudah merasakan sulitnya membedakan warna. Semuanya semangat sekali saat bermain petak warna. Termasuk Alif yang walaupun tadi malu-malu tapi aktif sekali saat bermain.

Setelah bermain petak warna, adik-adik dan kakak-kakak dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil untuk mewarnai gambar organ wajah yang dibuat di minggu pertama. Gambar-gambar yang sudah diwarnai kemudian digunting dan akan digunakan lagi untuk membuat karya minggu depan. Karena masih ada waktu, adik-adik yang waktu itu tidak ikut membuat kacamata ditawari untuk membuat kacamata lagi. Awalnya Alif menolak saat diajak untuk membuat kacamata. Tapi tak lama, akhirnya ia meminta Kak Calita untuk mengajarinya. Senyum malu tersimpul di wajahnya saat meminta bahan untuk membuat kacamata.


(Dokumentasi oleh Gabrielle Darmawan)
(Dokumentasi oleh Gabrielle Darmawan)

Walaupun pada awalnya masih belum berani untuk memperkenalkan diri, perkembangan Alif membanggakan sekali, lho!  Karena saat pertama kali bertemu dengan Alif tiga atau empat minggu yang lalu, diajak bicara sedikit pun Alif sama sekali tidak mau menjawab. Diam seribu bahasa. Tapi pada kunjungan kali ini ia sudah berani untuk ikut bermain dan belajar bersama, bahkan cukup mandiri saat mewarnai dan membuat kacamata. Hebat ya! Pasti akan ada saatnya Alif berani untuk memperkenalkan diri karena setiap anak punya waktunya masing-masing.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya! Salam #MahasiswaSosial !

Penulis : Calita Hin
Editor : Gabriela Natasya

Gimana komentar kamu?