Adik-adik Kampung Bambu yang Pintar, Semangat, dan Keren

Hai hai halo, #MahasiswaSosial!

Kegiatan di hari Sabtu, 9 Maret masih bertema toleransi lho, khususnya mengenai sikap menghargai dan bersyukur.

“Wuih, kakak-kakak sudah datang nih”, teriak Putri ketika kakak relawan sampai di Kampung Bambu. Ternyata adik-adik sudah menunggu sambil bermain di sekitar lapangan.  Adik-adik pun menyambut kakak-kakak dengan semangat, dan langsung berkumpul untuk memulai kegiatan.  “Kakak baru pertama kali ke sini ya?”, tanya salah satu anak saat  berkenalan dengan kakak-kakak relawan.

            Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan sesi bermain, adik-adik pun senang dan tidak sabar untuk langsung memulai permainan. Dipimpin oleh Kak Mitha, permainan yang dilakukan adalah menyusun kata berantai tanpa menggunakan suara. Pada permainan tersebut, adik-adik dan kakak relawan dibagi menjadi 2 kelompok. “Teman-teman semua harus berbaris dan mengantarkan pesan kepada orang di belakang tapi tidak boleh bersuara, melainkan hanya menggunakan gerakan ya”, jelas Kak Mitha. Permainan pun berlangsung dengan sangat asyik!

            Setelah sesi bermain selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas prakarya. Kali ini adik-adik dan kakak relawan belajar membuat kacamata yang terbuat dari karton dan plastik mika. Adik-adik pun menggunting dan menghias kacamata buatan mereka dengan kreatif. “Lihat deh kacamata punyaku! Lucu, warnanya pink dan hijau”, seru Jidan dengan semangat. Setelah selesai, semua adik langsung menggunakan kacamata buatan mereka dengan sangat antusias. Kunjungan pun ditutup dengan sesi foto bersama adik-adik di desa. Kreatif ya, semuanya!

Sampai jumpa di artikel selanjutnya! Salam #MahasiswaSosial !

Penulis : Stanislaus Nielsen Kardani
Editor : Gabriela Natasya

Gimana komentar kamu?